BAHASA ARAB SEBAGAI MODAL STRATEGIS DALAM EKONOMI DIGITAL HALAL, ANALISIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA DISRUPSI
Kata Kunci:
Bahasa Arab, Ekonomi digital halal, Modal insani, Aset tak berwujud, Manajemen sumber daya manusiaAbstrak
Ekonomi digital halal berkembang sebagai salah satu sektor kunci ekonomi global, ditopang pertumbuhan konsumsi Muslim dan transformasi digital lintas industri. Indonesia berada pada posisi strategis sebagai negara Muslim terbesar sekaligus pemain utama ekonomi digital kawasan, namun penguatan sektor ini sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia yang bukan hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kompetensi bahasa Arab dan literasi syariah. Artikel ini berargumen bahwa bahasa Arab perlu diposisikan sebagai modal strategis berupa human capital dan intangible asset yang menentukan daya saing SDM pada ekosistem ekonomi digital halal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, menelaah literatur tentang ekonomi digital halal, teori human capital, konsep intangible assets, serta kajian kontemporer mengenai urgensi bahasa Arab dalam branding, wisata halal, dan pendidikan berbasis teknologi. Data diperoleh dari artikel jurnal lima tahun terakhir, laporan industri halal global dan nasional, buku, serta kitab tafsir yang relevan. Analisis dilakukan melalui content analysis dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan tiga fungsi utama penguasaan bahasa Arab bagi SDM: menjamin kepatuhan syariah, membangun kepercayaan pasar Timur Tengah melalui lokalisasi bahasa dan narasi digital, serta memperkuat keunggulan kompetitif organisasi melalui kapabilitas yang sulit ditiru. Model konseptual integrasi kompetensi bahasa Arab dalam siklus manajemen SDM juga ditawarkan dalam artikel ilmiah ini.








