DAMPAK NEGATIF DISRUPSI DIGITAL TERHADAP DEINDUSTRIALISASI PASAR TRADISIONAL: STUDI KASUS PASAR CILUAR CIBINONG BOGOR

Authors

  • Sariat Arifia Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara Bogor Author

Keywords:

Bayar di tempat, Deindustrialisasi dini, Disrupsi Digital, Pasar Ciluar, Pasar tradisional, Produk impor.

Abstract

Gelombang disrupsi digital telah mengubah struktur perdagangan ritel secara fundamental dan menciptakan tekanan bagi pasar tradisional sebagai penyangga ekonomi kerakyatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak negatif disrupsi digital dalam bentuk fitur layanan digital, khususnya sistem pembayaran bayar di tempat dan hegemoni produk impor murah, terhadap fenomena deindustrialisasi dini serta kondisi psikologis pedagang di tingkat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di Pasar Ciluar, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian mengungkap bahwa kemunduran aktivitas ekonomi di Pasar Ciluar terjadi akibat distorsi pasar yang dipicu oleh perang harga irasional dan pergeseran preferensi konsumen yang terbuai oleh kenyamanan fitur bayar di tempat. Temuan ini menunjukkan adanya indikasi deindustrialisasi dini yang ditandai dengan putusnya rantai pasok konveksi lokal. Penelitian menyimpulkan urgensi regulasi ketat terhadap perdagangan lintas batas dan revitalisasi fungsi pasar menjadi ruang sosial wisata yang memberdayakan untuk menyelamatkan ekosistem ekonomi lokal.

Published

2025-12-30

Similar Articles

1-10 of 18

You may also start an advanced similarity search for this article.