STRATEGI MIGRASI WORKLOAD KRITIS KE CLOUD DENGAN MEKANISME FALLBACK OTONOM BERBASIS KONTEKS
Kata Kunci:
Fallback Otonom, Komputasi Berbasis Konteks, Kontinuitas Edge-Cloud, Migrasi Cloud, Workload KritisAbstrak
Migrasi workload kritis ke lingkungan cloud menghadirkan risiko operasional signifikan akibat volatilitas jaringan, outage provider, dan persyaratan latensi/ketersediaan yang ketat. Strategi migrasi tradisional mengandalkan ambang batas statis atau intervensi manual, mengakibatkan downtime yang tidak dapat diterima pada skenario darurat atau misi kritis. Penelitian ini mengusulkan mekanisme fallback otonom berbasis konteks yang mengorkestrasi migrasi workload secara dinamis berdasarkan penilaian kontekstual real-time terhadap kondisi jaringan, ketersediaan komputasi, postur keamanan, dan kepatuhan service-level agreement (SLA). Kerangka kerja ini mengintegrasikan decision engine ringan dengan orkestrasi migrasi stateful, memungkinkan fallback proaktif ke edge atau node hybrid cloud sebelum degradasi melampaui ambang kritis. Evaluasi eksperimental pada lingkungan cloud-edge tersimulasi menunjukkan reduksi 73% pada downtime akibat migrasi, packet delivery ratio 99,2% saat degradasi jaringan, dan aktivasi fallback dalam 1,8 detik. Strategi usulan mengungguli pendekatan reaktif dan berbasis ambang batas sambil mempertahankan overhead komputasi di bawah 6,4% dari sumber daya node. Hasil ini memvalidasi kelayakan migrasi otonom berbasis konteks untuk infrastruktur kritis, menawarkan alternatif tangguh dan berlatensi rendah untuk respons bencana, IoT kesehatan, dan sistem kontrol industri.







